Berpuluh angin menghempas angan
Beratus cerita kini menepikan cerita lalu
Beribu jarak menjauhkan rasa bersama
Berjuta detik mengubur kenangan kelam
Menapaki kisah masa lalu, aku tak dapat berjalan
Sangatlah berat memikul rasa.. Ya hanya rasa
Ingin rasanya aku berteriak, namun hanya diam yg mampu ku lakukan
Lemah tak mau diri ini dianggap
Tangis terlantun hanya diantara malam gelap
Tak perlukah kalian tau? Ya tidak perlu
Jemput aku dan bawalah kuda
Kita akan berlari sejauh asa
Tak ada angin, jarak, dan detik
Tetap cerita mengukir sejarah gadis tak berhati
Cepatlah...aku menunggu...jemput aku..
Panggungku telah hilang
A. PERMASALAHAN Setiap tahun ada 4.000 hingga 4.500 rumah elite di Jakarta dibangun tidak sesuai peraturan dan juga tanpa izin. Pemprov DKI Jakarta hanya mengizinkan bangunan rumah tinggal hingga dua lantai, tetapi banyak rumah dibangun tanpa kendali hingga tiga dan empat lantai. Contoh kasus ini dapat dilihat di lingkungan perumahan mewah di Menteng, Jakarta Pusat, dan sepanjang Jalan Pondok Kelapa Raya, Jakarta Timur, serta kompleks perumahan mewah di kawasan Pluit, Jakarta Utara. Sepanjang Jalan Pondok Kelapa Timur, yang dalam rencana tata ruang DKI Jakarta diperuntukkan sebagai kawasan rumah tinggal, kini seluruh bangunan telah berubah menjadi rumah toko. Bahkan, sekitar 10 rumah yang sedang dalam taraf pengerjaan telah menyalahi perizinan. Di papan penunjuk tertulis proyek ”rumah tinggal dua lantai”, tetapi rumah itu malah dibangun tiga lantai. Kepala Suku Dinas P2B Jakarta Timur Bernat Sitorus mengakui adanya masalah itu. Dia bahkan mengatakan, sejak Maret 2009 ada 70...
Komentar
Posting Komentar